Way Kanan – Upaya untuk memajukan daerah pedesaan kembali dicanangkan lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kodim 0427/Way Kanan. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., yang berlangsung di Kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, pada Selasa (13/10/2026).
Pembukaan acara TMMD merupakan simbol awal dari kerjasama yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat proses pembangunan di Kabupaten Way Kanan. Dalam kesempatan ini, turut hadir Kasrem 043/Gatam, Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr.(Han), beserta jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Kampung Gunung Sangkaran terpilih sebagai lokasi pengabdian TNI melalui program TMMD yang diisi dengan berbagai jenis pembangunan yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada penduduk. Kehadiran anggota TNI di tengah masyarakat juga menjadi peluang untuk memperkuat ikatan dan semangat kebersamaan.
Dandim 0427/Way Kanan, Letkol Arm Sigit Windarto, S.Sos., M.Han., menegaskan bahwa makna TMMD jauh melampaui sekadar pembangunan fisik. “Program ini tidak hanya berkisar pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga bertujuan untuk membangun harapan, memperkuat persatuan serta kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam kesuksesan TMMD. Dengan semangat gotong royong, diharapkan semua target pembangunan dapat dicapai secara efisien, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat antara TNI, pemerintah lokal, dan masyarakat,” pungkasnya.
Pelaksanaan TMMD ke-130 juga menunjukkan bahwa pembangunan suatu daerah bisa tercapai melalui kerja sama antara berbagai pihak. TNI berperan tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai anggota masyarakat yang siap membantu memenuhi kebutuhan dan mengatasi permasalahan yang dihadapi warga.
Di Kampung Gunung Sangkaran, semangat “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” ditekankan kembali. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi pembangunan yang berkeadilan dan mewujudkan masyarakat desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
