Masyarakat Yamboi Dukung Kemandirian Pangan Lewat Pelatihan Pertanian TMMD

Manokwari Selatan – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang berada di bawah Kodim 1808/Manokwari Selatan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menaruh perhatian pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan penyuluhan pertanian yang diadakan di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, merupakan salah satu langkah nyata untuk mendukung program kemandirian pangan bagi warga setempat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 26 Oktober 2026.

Penyuluhan ini berlangsung langsung di area pertanian milik penduduk. Para personel Satgas TMMD terlihat aktif berkomunikasi dengan para petani, memberikan dukungan dan juga berbagi informasi penting mengenai teknik perawatan tanaman, pengelolaan lahan yang baik, serta strategi meningkatkan produksi pertanian agar lebih efisien.

Dalam suasana yang akrab, petugas TMMD mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada secara optimal. Ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan serta mendukung ketahanan pangan di tingkat keluarga.

Letkol Czi Sunandar Parius, selaku Dansatgas TMMD ke-130, menjelaskan bahwa kegiatan penyuluhan pertanian ini merupakan salah satu bagian dari sasaran nonfisik program TMMD yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam mengelola sumber daya pertanian. “Kami ingin memberikan pengetahuan dan motivasi yang dapat membuat masyarakat lebih mandiri dalam bertani, sehingga hasil panen meningkat dan taraf hidup mereka juga semakin baik,” tegasnya. Dansatgas juga menekankan bahwa sektor pertanian sangat penting untuk memastikan ketahanan pangan, terutama bagi warga Kampung Yamboi.

Kehadiran Satgas TMMD di lahan pertanian mencerminkan sinergi antara TNI dan masyarakat. Melalui kebersamaan seperti ini, diharapkan para petani semakin bersemangat untuk mengembangkan potensi pertanian yang mereka miliki. Dengan demikian, TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel berkomitmen meninggalkan lebih dari sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga warisan pengetahuan yang bernilai bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *