LUWU TIMUR – Selama bertahun-tahun, banjir di musim hujan menjadi kendala besar bagi penduduk Desa Parumpanai, Kabupaten Luwu Timur, yang ingin menjangkau perkebunan mereka. Namun, situasi tersebut mulai berubah seiring dengan adanya perbaikan jalan melalui program TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo yang mengedepankan pembangunan rabat beton.
Perbaikan infrastruktur jalan bukan hanya sekadar suatu proyek fisik bagi warga setempat, tetapi juga menjadi jalur vital untuk mengakses kebun dan membawa hasil pertanian dan perkebunan. Dengan jalan yang lebih baik, diharapkan mobilitas mereka akan meningkat dan perekonomian desa pun akan bergairah kembali.
Ikram, seorang penduduk Desa Parumpanai, mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang lama sangat menyulitkan, terutama ketika hujan. “Dulu, saat banjir, kami harus menggunakan perahu untuk mencapai ujung jalan, karena airnya bisa mencapai dada orang dewasa,” jelas Ikram dalam wawancaranya.
Ia menyatakan harapannya agar perbaikan jalan yang dilakukan melalui program TMMD ini memudahkan penduduk untuk pergi ke lahan pertanian, terutama pada masa panen kakao dan sawit. “Kami sangat bersyukur atas pembangunan ini, karena ini adalah satu-satunya akses kami untuk menjual hasil pertanian ke pusat kota,” tutupnya.
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-130, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, menginformasikan bahwa peningkatan jalan dan rabat beton tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Usulan perbaikan jalan bahkan telah dikoordinasikan dengan pihak Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk memastikan bahwa suara warga didengar dan dijadikan dasar pembangunan.
“Ratusan tahun kami mengalami kerusakan jalan ini. Kini, dengan adanya infrastruktur yang baru, diharapkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Parumpanai bisa meningkat,” tambah Windra. Kegiatan Program TMMD ke-130 juga tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga melibatkan program non-fisik yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
