Menggagas Ketahanan Nasional Lewat Pemberdayaan Desa dalam TMMD Pamekasan

PAMEKASAN – Konsep pertahanan negara tidak hanya terbatas pada persenjataan dan pengamanan perbatasan, tetapi juga berakar dari kualitas kehidupan masyarakat. Kesejahteraan desa, rasa persatuan antarwarga, dan pembangunan yang berkelanjutan menjadi faktor krusial dalam memperkuat ketahanan negara.

Pemikiran Jenderal A.H. Nasution yang menekankan peran kekuatan rakyat dalam sistem pertahanan menjadi acuan pada kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 yang dilaksanakan oleh Kodim 0826/Pamekasan di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menggandeng pembinaan masyarakat sebagai aspek penting dalam penguatan ketahanan.

Di Desa Jarin, anggota Satgas TMMD terlibat dalam proyek pembangunan infrastruktur seperti jalan pertanian, drainase, serta Rumah Layak Huni (RLH). Di samping itu, kegiatan nonfisik seperti penyuluhan tentang kebangsaan dan bela negara juga dilaksanakan untuk mendukung kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan dan cinta tanah air.

Kapten Chb Aman Karyoko selaku Pasiter Kodim 0826/Pamekasan menyampaikan bahwa pembinaan desa dan ketahanan nasional saling terkait erat. Ia menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat berfungsi sebagai fondasi dalam menjaga stabilitas dan persatuan di wilayah. Menurutnya, “Desa yang sejahtera merupakan garda terdepan pertahanan. Dengan infrastruktur memadai, ekonomi berkembang, pendidikan terjamin, masyarakat tidak akan mudah terpengaruh oleh isu yang memecah belah.”

Ia menambahkan bahwa isu-isu seperti kemiskinan dan kekakuan sosial harus menjadi fokus perhatian dari semua pihak. Membangun berdasarkan kebutuhan masyarakat adalah langkah strategis untuk memperkokoh ketahanan mulai dari akar.

Seorang warga Desa Jarin mengungkapkan manfaat nyata dari program ini, di mana perbaikan jalan pertanian yang semula sulit dilalui saat hujan kini memberikan akses lebih baik bagi petani dalam mengangkut hasil panen. “Sekarang jalan sudah dicor, kami tidak khawatir lagi saat panen. Merasa diperhatikan, tentu membuat kami lebih semangat,” ujarnya.

Program penyuluhan yang berlangsung juga memperkuat kesadaran tentang kebangsaan dan bela negara di kalangan masyarakat. Melalui kombinasi pembangunan fisik dan nonfisik, TMMD Ke-130 Kodim 0826/Pamekasan berkontribusi pada ketahanan dari segala aspek.

Bagi TNI, misi membangun desa adalah lebih dari sekadar proyek infrastruktur; ini merupakan jembatan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, meraih kesejahteraan bersama, dan memastikan persatuan bangsa. Dari Desa Jarin, pesan itu menegaskan bahwa kemajuan desa dan kesejahteraan rakyat adalah kunci kekuatan pertahanan bangsa Indonesia. (Pendim 0826)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *