Perbaikan Infrastruktur Pertanian di Jarin Buka Peluang Baru bagi Petani

PAMEKASAN – Ketersediaan infrastruktur yang baik merupakan salah satu elemen kunci dalam keberhasilan sektor pertanian. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Satgas TMMD Ke-130 Kodim 0826/Pamekasan melakukan pembangunan jalan pertanian dan fasilitas drainase di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Pembangunan ini menjadi bagian inti dari pelaksanaan Pembinaan Teritorial (Binter), yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan. Selain memperbaiki infrastruktur, pihak TNI juga berkomitmen untuk mendorong motivasi petani agar lebih produktif dalam mengelola lahan pertanian mereka.

Sebelum adanya perbaikan, para petani di Desa Jarin sering mengalami kesulitan saat mengangkut hasil panen. Situasi jalan yang becek dan tidak bisa dilalui kendaraan, terutama di musim hujan, menyebabkan pengangkutan gabah menjadi lebih sulit dan menghabiskan lebih banyak energi serta biaya.

Namun, keadaan tersebut mulai membaik setelah akses jalan pertanian dibenahi melalui program TMMD. Jalan yang sebelumnya menyulitkan mobilitas petani kini telah dibangun dengan cor beton sehingga lebih mudah diakses.

Seorang petani setempat menyatakan rasa syukurnya atas perbaikan yang dilakukan. Ia mengungkapkan, akses jalan yang lebih baik tidak hanya mempermudah, tetapi juga menghidupkan kembali semangat masyarakat untuk meningkatkan kegiatan pertanian.

“Sebelumnya, saat hujan, kendaraan tidak bisa lewat, dan kami harus mengangkat gabah. Banyak kerugian yang dialami. Kini, jalan sudah dicor oleh TNI dan warga, kami jadi lebih bersemangat untuk bertani. Kami merasa diperhatikan,” katanya.

Pasiter Kodim 0826/Pamekasan Kapten Chb Aman Karyoko mengungkapkan, penerapan infrastruktur pertanian merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan wilayah melalui ketahanan pangan. Ia menekankan pentingnya Binter untuk dapat menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi masyarakat, termasuk kendala para petani dalam mengakses lahan dan hasil produksi.

“Pertahanan sebuah negara mulai dari ketersediaan pangan rakyat. Jika petani tidak bisa panen dan kualitas hidup warga menurun, maka stabilitas negara bisa terganggu. Oleh karena itu, Binter harus memperhatikan aspek pangan,” tegasnya.

Kapten Aman juga menambahkan bahwa Babinsa berperan penting dalam memahami kondisi di wilayah binaan. Melalui interaksi yang baik dengan masyarakat, berbagai permasalahan yang dihadapi petani bisa terdeteksi dan didukung dengan pendampingan yang lebih tepat.

“Tugas kami adalah menghidupkan semangat petani. Dengan jalan pertanian yang baik, petani berani untuk menanam. Jika drainase berfungsi baik, lahan pertanian tidak akan terendam banjir. Dengan petani yang sejahtera, Indonesia bisa meminimalkan ancaman krisis pangan,” tambahnya.

Selain fokus pada jalan pertanian, Satgas TMMD juga menangani pembangunan drainase untuk menjaga kelancaran aliran air di lahan pertanian. Keberadaan saluran air ini diharapkan dapat mengurangi genangan yang mengganggu aktivitas bertani.

Program TMMD Ke-130 juga menyentuh aspek kebutuhan lain masyarakat dengan membangun rumah layak huni. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan teritorial tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Bagi warga Desa Jarin, pembangunan ini merupakan wujud perhatian terhadap kebutuhan mereka. Dengan jalan yang lebih baik, saluran air yang memadai, dan dukungan untuk petani, perekonomian desa diharapkan dapat tumbuh.

Dari dan juga sawah-sawah di Desa Jarin, pentingnya ketahanan pangan semakin terwujud. Petani membutuhkan dukungan untuk meningkatkan produktivitasnya, dan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu cara untuk memperkuat kemandirian pangan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *